Minggu, 06 November 2016

Aliran Kontruktivisme

Aliran kedua yang akan saya bahas adalah aliran kontruktivisme. Aliran sesudah aliran formalisme.

Apa sih aliran kontruktivisme itu? Aliran kontruktivisme sendiri mempunyai banyak arti dari berbagai ahli matematika. Dan, saya sendiri menangkap dalam pandangan saya, aliran kontruktivisme adalah aliran yang berusaha untuk melatih membangun metode dan penalaran yang dilakukan oleh murid itu sendiri. Istilah kerennya adalah student center.

Kontruktivisme sendiri menurut saya adalah ketika murid itu menggunakan asumsinya untuk mencari tahu ilmu matematika itu sendiri. Murid bermain dengan asumsi asumsi nya.

Contoh saja ketika murid belajar tentang logaritma, dia akan mencari tahu apa itu logaritma, dan bagaimana logaritma itu sendiri, lalu murid itu berasumsi bahwa logaritma adalah sebuah “permainan matematika” yang merupakan invers dari eksponen atau pemangkatan.

Menurut buku Paul Ernest, kelemahan aliran kontruktivisme adalah penolakan terhadap pengetahuan yang valid. Mungkin maksudnya di sini adalah, karena adanya asumsi terhadap aliran ini, jadi asumsi itu membuat “penolakan” terhadap pengetahuan yang valid. Contoh saja adalah ketika murid mencari tahu, karena menggunakan asumsi, sehingga membuat pengetahuan yang valid itu jadi salah di mata murid itu sendiri.

Menurut saya, aliran ini adalah aliran yang digunakan pada kurikulum sekarang, yaitu kurikulum 2013. Kurikulum yang berbasis student center.

Aliran ini ada baik buruknya. Ketika murid itu sudah memiliki IQ yang tinggi, murid itu tidak akan kesusahan dalam menerapkan aliran ini, tetapi jika diterapkan oleh siswa yang “kurang pintar”, ini akan susah.

Kurang lebihnya, seperti itu pandangan saya tentang aliran kontruktivisme. Jika ada salahnya, silahkan ralat saya di kolom komentar. Saya akan dengan senang hati membalas komen kalian. Terimakasih J

0 komentar:

Poskan Komentar

Thanx for you'r coming :)

 
Elphin Books Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template