Tampilkan postingan dengan label GIVEAWAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GIVEAWAY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

Book review: Goodbye Happiness by Arini Putri


Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Desain Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 312
ISBN: 978-979-780-593-7
I rate it 4/5 stars 



Summary:
Buku ini diawali dengan memperkenalkan Krystal Key, seorang artis Korea yang baru saja membatalkan rencana pernikahannya dengan Park Seungho secara sepihak. Fans Park Seungho yang merasa kecewa dan marah dengan tindakan Krystal pun menuntut penjelasan. Oleh karena itulah, Krystal dengan segera menjelaskan kepada semua media tentang apa yang telah terjadi. Di sinilah, cerita dimulai.

Semuanya berawal saat Krystal sedang menghadapi seleksi teater, dan saat itulah muncul Skandar - teman sekelasnya di IPA3 yang tiba-tiba saja memotret Krystal tanpa ia ketahui. Sejak saat itu pula, Skandar mulai duduk sebangku dengan Krystal di dalam kelas. Tanpa ia sadari, Skandar sudah masuk dalam kehidupannya; keduanya seperti saling membutuhkan satu sama lain dan tidak terpisahkan. Akan tetapi, kedekatan mereka sama sekali tidak mempunyai kejelasan; banyak orang yang mengira mereka mempunyai hubungan khusus, tetapi Skandar sama sekali tidak menanggapi demikian. Hubungan keduanya menjadi semakin erat saat rumah Skandar kebakaran, Ibu-nya meninggal, Ayah tirinya tidak mampu merawatnya - sehingga Skandar terpaksa tinggal bersama keluarga Krystal. Saat itu, Krystal telah menjadi Tink untuk seorang Skan.

Demi mengejar impiannya dan mendalami seni peran, Krystal akan melanjutkan studinya di Korea. Mengetahui hal tersebut, entah apa yang mendorong Skandar untuk juga pergi ke tempat yang sama - untuk mempelajari film studies, meskipun itu tidak sesuai dengan kesukaannya pada fotografi. Mengapa Skandar melakukan hal tersebut, Krystal tidak pernah tahu alasannya. Dan meskipun ia menginginkan penjelasan lebih lanjut dari Skandar, Krystal terlalu senang dengan kenyataan bahwa Skandar akan pergi bersamanya.
Kehidupan mereka di Korea pun dimulai, dan seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal mulai berubah. Apalagi sejak Krystal mengenal seorang senior bernama Park Seungho yang selalu memberinya perhatian lebih. Skandar selalu marah saat ia melihat Park Seungho dekat dengan Krystal, bahkan meminta Krystal untuk tidak terlalu akrab dengan lelaki itu. Akan tetapi, apa yang harus Krystal lakukan saat ia melihat Skandar berduaan dengan seorang perempuan - seorang model cantik bernama Vanessa Ahn? Bagaimana kelanjutan kisah Krystal-Skandar-Park Seungho?






Simak kisah Krystal dalam menghadapi dilema antara 2 cowok yang akan dipilihnya dalam novel karya Arini Putri yang terbaru ini. Goodbye Happiness

Tema itulah yang menjadi topik bahasan utama Arini dalam novel Goodbye Happiness ini. Arini menghidupkan tokoh yang begitu real dengan segala keluguan dan kebingungannya menghadapi persoalan dilema ini.
Yang juga menarik dari novel ini adalah sejak prolog dimulai, pembaca sudah dibuat Arini penasaran akan cerita selanjutnya. Prolog yang membingungkan. Justru itu, semakin kebingungan kita membaca prolog, semakin kita penasaran akan kisah selanjutnya. Sepanjang membaca novel ini, tak pelak aku pun mengikuti suasana hati yang dirasakan Krystal. Hati yang galau, membutuhkan kepastian dari seorang cowok, yang kebingungan memilih 2 cowok mana yang lebih baik.
Dan oh iya, setelah membaca analogi Peter Pan-Tinkerbell di novel ini, aku jadi semakin tidak sabar untuk menghabiskan novel ini dalam waktu yang sesingkat-singkatnya! Bagaimana tidak? Cerita analogi Peter Pan-Tinkerbell yang digunakan, sangatlah menarik. Ah, bab menarik dalam novel ini memang bab 'A Fool Named Tinkerbell' yang digunakan untuk menggambarkan hubungan Krystal-Skandar. Awalnya tentu saja aku merasa sedikit sebal dengan sikap Skandar yang begitu dekat dengan Krystal, memberi banyak harapan pada gadis itu, melarangnya dekat dengan lelaki lain tanpa memberikan kejelasan hubungan; tetapi ia sendiri malah terus-menerus bertindak seenaknya dan tidak memikirkan perasaan Krystal. Dan aku sempat berpikir dalam hati mengapa Krystal tetap saja begitu mencintai Skandar. Meskipun begitu, setelah kupikir-pikir lagi, hal ini sangat mudah terjadi dalam kehidupan nyata; karena di satu sisi, Krystal mungkin selalu mempunyai harapan bahwa Skandar membalas perasaannya. Di sisi lain, Krystal juga tidak ingin kehilangan sosok Skandar yang selama ini ada di sisinya, sehingga ia menoleransi semua kelakuan Skandar.

Tema persahabatan tak ketinggalan dalam novel ini. Persahabatan yang absurd. Sulit dijelaskan. Sangat sulit.

Masih cukup banyak ruang untuk pengembangan plot memang tapi saya pribadi sih sudah merasa cukup. Di sisi lain, ada juga kekurangan dalam novel ini. Banyak sekali kesalahan tulisan. Aku menemukan 23 typo. Wuih, keterlaluan, kan? Aku udah protes langsung ke Mbak Arini. Dan kata beliau, typo-typo akan diperbaiki setelah novel ini memasuki cetakan ke-dua:) So, beli aja novel ini tepat cetakan ke-dua:p



 *NB: Novel ini diberi secara gratis oleh Mbak Arini. Aku memenangkan kuis-nya. So, tidak etis kalau aku tidak mengucapkan terima kasih ke penulisnya langsung. Mbak Arini. Ah terima kasih sekali, ya, Mbak! Jangan kapok-kapok ngasih novel gratis lagi:b


Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Desain Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagas Media
Tahun: 2012
Halaman: 312
ISBN: 978-979-780-593-7
I rate it 4/5 stars 



Summary:
Buku ini diawali dengan memperkenalkan Krystal Key, seorang artis Korea yang baru saja membatalkan rencana pernikahannya dengan Park Seungho secara sepihak. Fans Park Seungho yang merasa kecewa dan marah dengan tindakan Krystal pun menuntut penjelasan. Oleh karena itulah, Krystal dengan segera menjelaskan kepada semua media tentang apa yang telah terjadi. Di sinilah, cerita dimulai.

Semuanya berawal saat Krystal sedang menghadapi seleksi teater, dan saat itulah muncul Skandar - teman sekelasnya di IPA3 yang tiba-tiba saja memotret Krystal tanpa ia ketahui. Sejak saat itu pula, Skandar mulai duduk sebangku dengan Krystal di dalam kelas. Tanpa ia sadari, Skandar sudah masuk dalam kehidupannya; keduanya seperti saling membutuhkan satu sama lain dan tidak terpisahkan. Akan tetapi, kedekatan mereka sama sekali tidak mempunyai kejelasan; banyak orang yang mengira mereka mempunyai hubungan khusus, tetapi Skandar sama sekali tidak menanggapi demikian. Hubungan keduanya menjadi semakin erat saat rumah Skandar kebakaran, Ibu-nya meninggal, Ayah tirinya tidak mampu merawatnya - sehingga Skandar terpaksa tinggal bersama keluarga Krystal. Saat itu, Krystal telah menjadi Tink untuk seorang Skan.

Demi mengejar impiannya dan mendalami seni peran, Krystal akan melanjutkan studinya di Korea. Mengetahui hal tersebut, entah apa yang mendorong Skandar untuk juga pergi ke tempat yang sama - untuk mempelajari film studies, meskipun itu tidak sesuai dengan kesukaannya pada fotografi. Mengapa Skandar melakukan hal tersebut, Krystal tidak pernah tahu alasannya. Dan meskipun ia menginginkan penjelasan lebih lanjut dari Skandar, Krystal terlalu senang dengan kenyataan bahwa Skandar akan pergi bersamanya.
Kehidupan mereka di Korea pun dimulai, dan seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal mulai berubah. Apalagi sejak Krystal mengenal seorang senior bernama Park Seungho yang selalu memberinya perhatian lebih. Skandar selalu marah saat ia melihat Park Seungho dekat dengan Krystal, bahkan meminta Krystal untuk tidak terlalu akrab dengan lelaki itu. Akan tetapi, apa yang harus Krystal lakukan saat ia melihat Skandar berduaan dengan seorang perempuan - seorang model cantik bernama Vanessa Ahn? Bagaimana kelanjutan kisah Krystal-Skandar-Park Seungho?






Simak kisah Krystal dalam menghadapi dilema antara 2 cowok yang akan dipilihnya dalam novel karya Arini Putri yang terbaru ini. Goodbye Happiness

Tema itulah yang menjadi topik bahasan utama Arini dalam novel Goodbye Happiness ini. Arini menghidupkan tokoh yang begitu real dengan segala keluguan dan kebingungannya menghadapi persoalan dilema ini.
Yang juga menarik dari novel ini adalah sejak prolog dimulai, pembaca sudah dibuat Arini penasaran akan cerita selanjutnya. Prolog yang membingungkan. Justru itu, semakin kebingungan kita membaca prolog, semakin kita penasaran akan kisah selanjutnya. Sepanjang membaca novel ini, tak pelak aku pun mengikuti suasana hati yang dirasakan Krystal. Hati yang galau, membutuhkan kepastian dari seorang cowok, yang kebingungan memilih 2 cowok mana yang lebih baik.
Dan oh iya, setelah membaca analogi Peter Pan-Tinkerbell di novel ini, aku jadi semakin tidak sabar untuk menghabiskan novel ini dalam waktu yang sesingkat-singkatnya! Bagaimana tidak? Cerita analogi Peter Pan-Tinkerbell yang digunakan, sangatlah menarik. Ah, bab menarik dalam novel ini memang bab 'A Fool Named Tinkerbell' yang digunakan untuk menggambarkan hubungan Krystal-Skandar. Awalnya tentu saja aku merasa sedikit sebal dengan sikap Skandar yang begitu dekat dengan Krystal, memberi banyak harapan pada gadis itu, melarangnya dekat dengan lelaki lain tanpa memberikan kejelasan hubungan; tetapi ia sendiri malah terus-menerus bertindak seenaknya dan tidak memikirkan perasaan Krystal. Dan aku sempat berpikir dalam hati mengapa Krystal tetap saja begitu mencintai Skandar. Meskipun begitu, setelah kupikir-pikir lagi, hal ini sangat mudah terjadi dalam kehidupan nyata; karena di satu sisi, Krystal mungkin selalu mempunyai harapan bahwa Skandar membalas perasaannya. Di sisi lain, Krystal juga tidak ingin kehilangan sosok Skandar yang selama ini ada di sisinya, sehingga ia menoleransi semua kelakuan Skandar.

Tema persahabatan tak ketinggalan dalam novel ini. Persahabatan yang absurd. Sulit dijelaskan. Sangat sulit.

Masih cukup banyak ruang untuk pengembangan plot memang tapi saya pribadi sih sudah merasa cukup. Di sisi lain, ada juga kekurangan dalam novel ini. Banyak sekali kesalahan tulisan. Aku menemukan 23 typo. Wuih, keterlaluan, kan? Aku udah protes langsung ke Mbak Arini. Dan kata beliau, typo-typo akan diperbaiki setelah novel ini memasuki cetakan ke-dua:) So, beli aja novel ini tepat cetakan ke-dua:p



 *NB: Novel ini diberi secara gratis oleh Mbak Arini. Aku memenangkan kuis-nya. So, tidak etis kalau aku tidak mengucapkan terima kasih ke penulisnya langsung. Mbak Arini. Ah terima kasih sekali, ya, Mbak! Jangan kapok-kapok ngasih novel gratis lagi:b

Kamis, 08 November 2012

DREAM OF BEING A WRITER

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Menulis yang  diadakan Penerbit Haru. Info: penerbitharu.wordpress.com
Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.”
Kalimat itu terucap dari mulut seorang pria idamanku. Walaupun yang mengucapkan adalah pria yang aku cintai, itu tetap saja tidak membuatku terhibur. Aku masih saja bimbang. Entah berapa kali aku mondar-mandir di teras bersama dengan si Aldi—kekasihku—, tapi tetap saja otakku tidak menemukan jawaban atas tawaran yang aku terima dari temanku, yang notabene sebagai penulis.
Satu jam yang lalu, temanku Orizuka, meneleponku dan memberi tawaran untuk mengajakku mengikuti lomba menulis yang hadiahnya sangat besar. Tapi kalian jangan salah sangka dulu, aku bukannya menginginkan hadiah besar itu, melainkan ingin menjadi pemenang dalam lomba itu. Cita-citaku dari dulu adalah menjadi seorang penulis. Penulis yang hebat dan bisa menyihir para pembaca melalui novelku.
Dan sekarang, kalian tahu apa penyebabku bimbang—yang sering disebut para remaja sekarang dengan galau—ckck, dasar anak sekarang. Aku bimbang mau mengikuti lomba itu atau tidak, karena setahun yang lalu, aku pernah mengirimkan karya tulisku ke sebuah penerbit dan ditolak! Astaga, itu langsung membuatku down dan berhenti menulis dulu selama setahun ini. Sampai sekarang. Padahal dahulu, menulis ada hobbyku.
Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.” Dan yak, kekasihku sudah berulang-ulang mengucapkan kalimat itu. Mungkin sudah seribu kali, tapi aku tetap saja bimbang.
“Benar kata Aldi, nak.” Itu suara ibuku. Secara reflek, aku menghentikan langkahku dan menghadap ke ibu. Ibuku memberi senyuman yang kulihat sebagai senyum penyemangat.
“Kamu tidak boleh jatuh terus-menerus di keterpurukan. Kamu harus bangkit dan mengejar impianmu. Kamu pasti bisa jadi penulis, nak.” Kalimat ibuku barusan langsung menggugah semangatku kembali. Karena dari dulu sampai sekarang, semangat ibu tetap jadi yang pertama. Aku pasti bisa jadi penulis. Dan harus bisa. Akhirnya, aku tersenyum kepada mereka berdua, dan membulatkan tekat untuk mengikuti lomba menulis itu.
6 bulan kemudian....
JUARA PERTAMA LOMBA MENULIS DIPEROLEH KEPADA Sdr. ADELIA AYU MUSTIKARINI. Kalimat capslock tersebut terpampang jelas di layar monitorku. Tadi, aku tidak sengaja membuka website penerbit yang mengadakan lomba novel yang aku ikuti, dan ternyata, aku menang! Juara pertama! Astaga..., aku merasa dentuman hatiku seperti sedang dihinggapi berjuta-juta kupu-kupu, dan menimbukan rasa gelitik yang gembira.
3 bulan yang lalu, aku mengirimkan tulisanku ke penerbit tadi, selama 3 bulan setelah aku mengirimkan naskahku, aku selalu saja gelisah dan takut. Takut bila naskahku tidak diterima. Aku takut kesalahan itu terjadi 2 kali lagi. Tapi selama itu, aku selalu teringat kalimat kekasihku dan ibuku. Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat. Jadi, aku selalu optimis dan tawakal menanti pengumuman pemenang.
Tenyata, keoptimisanku tidak sia-sia, dan membuahkan hasil yang memuaskan. Naskahku diterima dan mendapat juara pertama! Karyaku akan dibukukan! Ya Tuhan, ini berita sangat menggembirakan! Aku harus cepat-cepat bilang ke Aldi dan ibuku! Mereka harus tau! Dan aku juga harus berterimakasih kepada 2 pahlawanku. 2 penyemangat hidupku. Sekarang dan selamanya, aku akan selalu ingat akan kalimat Aldi serta ibuku. Kalimat motivasi yang berguna. Motivasi emas. “Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.”
 *NB: Cerita ini hanyalah cerita fiksi:)
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Menulis yang  diadakan Penerbit Haru. Info: penerbitharu.wordpress.com
Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.”
Kalimat itu terucap dari mulut seorang pria idamanku. Walaupun yang mengucapkan adalah pria yang aku cintai, itu tetap saja tidak membuatku terhibur. Aku masih saja bimbang. Entah berapa kali aku mondar-mandir di teras bersama dengan si Aldi—kekasihku—, tapi tetap saja otakku tidak menemukan jawaban atas tawaran yang aku terima dari temanku, yang notabene sebagai penulis.
Satu jam yang lalu, temanku Orizuka, meneleponku dan memberi tawaran untuk mengajakku mengikuti lomba menulis yang hadiahnya sangat besar. Tapi kalian jangan salah sangka dulu, aku bukannya menginginkan hadiah besar itu, melainkan ingin menjadi pemenang dalam lomba itu. Cita-citaku dari dulu adalah menjadi seorang penulis. Penulis yang hebat dan bisa menyihir para pembaca melalui novelku.
Dan sekarang, kalian tahu apa penyebabku bimbang—yang sering disebut para remaja sekarang dengan galau—ckck, dasar anak sekarang. Aku bimbang mau mengikuti lomba itu atau tidak, karena setahun yang lalu, aku pernah mengirimkan karya tulisku ke sebuah penerbit dan ditolak! Astaga, itu langsung membuatku down dan berhenti menulis dulu selama setahun ini. Sampai sekarang. Padahal dahulu, menulis ada hobbyku.
Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.” Dan yak, kekasihku sudah berulang-ulang mengucapkan kalimat itu. Mungkin sudah seribu kali, tapi aku tetap saja bimbang.
“Benar kata Aldi, nak.” Itu suara ibuku. Secara reflek, aku menghentikan langkahku dan menghadap ke ibu. Ibuku memberi senyuman yang kulihat sebagai senyum penyemangat.
“Kamu tidak boleh jatuh terus-menerus di keterpurukan. Kamu harus bangkit dan mengejar impianmu. Kamu pasti bisa jadi penulis, nak.” Kalimat ibuku barusan langsung menggugah semangatku kembali. Karena dari dulu sampai sekarang, semangat ibu tetap jadi yang pertama. Aku pasti bisa jadi penulis. Dan harus bisa. Akhirnya, aku tersenyum kepada mereka berdua, dan membulatkan tekat untuk mengikuti lomba menulis itu.
6 bulan kemudian....
JUARA PERTAMA LOMBA MENULIS DIPEROLEH KEPADA Sdr. ADELIA AYU MUSTIKARINI. Kalimat capslock tersebut terpampang jelas di layar monitorku. Tadi, aku tidak sengaja membuka website penerbit yang mengadakan lomba novel yang aku ikuti, dan ternyata, aku menang! Juara pertama! Astaga..., aku merasa dentuman hatiku seperti sedang dihinggapi berjuta-juta kupu-kupu, dan menimbukan rasa gelitik yang gembira.
3 bulan yang lalu, aku mengirimkan tulisanku ke penerbit tadi, selama 3 bulan setelah aku mengirimkan naskahku, aku selalu saja gelisah dan takut. Takut bila naskahku tidak diterima. Aku takut kesalahan itu terjadi 2 kali lagi. Tapi selama itu, aku selalu teringat kalimat kekasihku dan ibuku. Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat. Jadi, aku selalu optimis dan tawakal menanti pengumuman pemenang.
Tenyata, keoptimisanku tidak sia-sia, dan membuahkan hasil yang memuaskan. Naskahku diterima dan mendapat juara pertama! Karyaku akan dibukukan! Ya Tuhan, ini berita sangat menggembirakan! Aku harus cepat-cepat bilang ke Aldi dan ibuku! Mereka harus tau! Dan aku juga harus berterimakasih kepada 2 pahlawanku. 2 penyemangat hidupku. Sekarang dan selamanya, aku akan selalu ingat akan kalimat Aldi serta ibuku. Kalimat motivasi yang berguna. Motivasi emas. “Kalau kita takut melakukan kesalahan, selamanya kita akan berjalan di tempat.”
 *NB: Cerita ini hanyalah cerita fiksi:)

Sabtu, 27 Oktober 2012

Lomba #CloseToYou_PANGERAN DUNIA MAYA


SINOPSIS DAN COVER Close to You


Judul : Close to You
Penulis: Clara Canceriana
Genre : Romance
Kategori: Fiksi, novel lokal
ISBN: 978-602-7742-01-7
Tebal :  264 halaman
Harga : Rp.42.500
Terbit: Oktober 2012
Sinopsis
“Menurutmu, aku seperti apa?”
“Kau? Tentu saja perempuan manis yang lembut.”

Tidak seperti kata Alex, Hara sama sekali tidak manis maupun lembut. Saat Hara merasa mulai menyukai teman di dunia mayanya itu, Shin Kang, mantan pacarnya yang menyebalkan, kembali memberikan perhatian
padanya.

Tapi bukan itu masalah terbesarnya. Bayu, mahasiswa pengecut asal Indonesia yang menjadi orang yang harus
dia bimbing, diam-diam ikut mencuri perhatiannya.

Hara pernah berjanji untuk tidak pergi ke N Seoul Tower sebelum menemukan orang yang disukainya. Pada akhirnya, siapa yang harus diajaknya pergi ke N Seoul Tower?
“Kau… pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?”

NASKAH LOMBA [PANGERAN DUNIA MAYA]

 
            5 Oktober 2011. Ya, aku ingat betul tanggal itu. Aku berkenalan dengan seorang cowok di dunia maya.
            Berawal dari aku membuka facebook, lalu ada notifications pertemanan. Aku membukanya, dan membuka satu persatu orang yang meng-add aku. Aku tidak mengkonfirmasi semua. Aku hanya mengkonfirmasi orang yang aku kenal di dunia nyata. Tapi, tanpa sengaja, aku melihat ada nama cowok yang sangat indah, aku tidak mau menyebut namanya disini. Sebut saja si x. Dia meng-add aku. Mula-mula, aku tidak mau menghiraukan dia, malahan aku mau memblokir dia, tapi rasa penasaranku terhadap dia mendorong tanganku untuk membuka profilnya. Maka, terbukalah profil dia. Pertama-tama yang aku lihat, foto profil dia. Tidak ada yang menarik di foto profilnya. Hanya gambar berupa kartun atau apa-lah—gambar yang tidak jelas, tapi lucu—menghiasi profilnya. Aku lihat biodata dia, ternyata dia tinggal sekota sama aku. Surabaya. Dia lahir tanggal 11 Februari 1998. Yang ternyata tahun kelahirannya sama dengan aku. Dan terakhir, aku liat sekolahnya. Dia sekolah di SMP Negri Surabaya. Aku tidak mau menyebutnya lagi. Dia beda sekolah sama aku. Jarak sekolah kami, sekitar 5KM-an. Hmm, tidak seberapa jauh. Wait, aku berhenti memelototi profil dia, dan berganti berpikir dalam hati; mengapa dia meng-add aku? Kenal dari mana dia? Pertanyaan itu terus terlintas di otakku. Ah, tapi masa bodoh, itu ngga penting, yang terpenting, harus aku apakan dia? Maksudku, pertemanan dia harus aku konfirmasi apa aku tolak? Dan akhirnya, aku konfirmasi dia. Aku telah keluar dari prinsipku sebelumnya....
                                                                   ***
            Siang itu, setelah aku pulang sekolah, aku mengecek handphone-ku, ternyata ada inbox baru. Aku tekan tombol “read” pada handphone-ku, dan muncul pesan text dari orang yang tidak aku kenal.
From: 089677640***
Hai^^
Begitulah pesan singkatnya. Aku berusaha menghiraukannya, tapi 1 menit kemudian, sms itu masuk lagi di kontak inbox-ku. Akhirnya, aku coba balas pesannya. Hanya singkat “Siapa?” Dan, terkirim.
Tidak sampai satu menit, balasan datang.
From: 089677640***
Aku yang punya facebook namanya ******** ***** *****. Yang kemarin kamu konfirmasi. Hehe. Ini Adelia, kan?
Astaga, ternyata dia cowok kemarin! Aku lupa, aku sudah mencantumkan no handphone-ku di facebook! Ya ampun! Baru kali ini, aku menyesali kebodohanku! Kecerobohanku! Errr.
Dan dengan perasaan campur aduk, aku balas pesan dia. Dan mulailah perkenalan kami melalui sms…..
                                                                        ***
            Sudah 29 hari kami—aku dan cowok x—bersms-an. Dan tak terasa, 29 hari ini, aku selalu merasa terhibur dengan sms nya. Perhatiannya. Ups, apakah ini yang dimaksud suka? Jatuh cinta? Tapi, dia hanyalah cowok dunia maya. Cowok yang belum pernah kutemui sebelumnya....
            Dan tepat 30 hari kami berkenalan, 5 November 2011. Dia mencoba menggombaliku. Aku juga membalas gombalannya, bahkan, aku sempat tersenyum-senyum sendiri hanya dengan membawa handphone-ku. Tiba-tiba, tanpa kuduga, dia menembak aku. Ya ampun, dia menyatakan cinta kepadaku! Cinta? Apa dia cinta kepadaku? Dia kan belum pernah bertemu denganku? Dia belum tau wajahku, kan? Oh ya, mungkin dia sudah tau wajahku di foto, karena aku memasang fotoku di facebook. Dan, aku juga sudah tau wajah dia via foto yang dipajang di facebook. Tapi..., benarkah dia jatuh cinta hanya dengan melihat fotoku? Ah, tidak masuk akal....
                                                                      ***
            3 Mei 2012, ya sudah 6 bulan lebih aku menjalani hubungan dengannya. Tidak terasa ya. Hubungan tanpa pertemuan... Aneh memang....
            Di bulan 1-5, hubungan kami baik-baik saja, tapi, menginjak bulan ke 6, pertengkaran mulai terjadi. Pertengkaran kecil memang, tapi sangat berakibat fatal bagi kami....
Dan kemudian pada tanggal yang sama, jam 7 malam, engkau mengatakan kepadaku tentang kerinduanmu. Padahal kita tidak pernah bertemu. Tetapi hati kita sering bersatu, melalui nada-nada, cerita-cerita, canda dan tawa. Hingga engkau menodongku dengan sebuah kalimat "Kalau kamu hanya fiksi, hanya sebuah tulisan, hanya berupa suara. AKU PERGI."
JEGLER! Kalimat itu bagaikan petir yang menghantam hatiku hingga gosong. Aku
speechles. Tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku terlanjur mencintainya. Mencintai dengan fiksi. Tapi..., kalimat dia itu juga ada benarnya. Oh tuhan, aku tidak kuat menghadapi kenyataan ini. Aku berusaha menyetabilkan perasaanku dengan tiduran 10 menit, tapi gagal. Perasaanku tetap tidak keruan. Ya tuhan, inikah rasanya galau? Inikah rasanya patah hati? Hanya dengan pangerasan fiksi?
           
Dan untuk menutup percakapanku dengan dia. Aku mengirim sms ke dia.
"Apakah kau juga akan rela meninggalkan semua perempuan fiksi yang kau sentuh dengan kalimat lewat monitormu? Lalu untuk apa selama ini kita mencoba saling berbagi? Sementara pada beberapa menit, seluruh manusia modern akan membagikan waktunya untuk berbincang dengan sosok-sosok fiksi lewat, layar I pad, laptop, ponsel, dsb. begitu juga dengan dirimu yang menemukanku di peradaban itu. Ingatlah, bahwa perempuan fiksi punya hati yang tak fiksi. rasa yang nyata, yang pernah membuatmu gila karena rindu sekarat yang merajalela. OKE, KARENA KAMU MENGINGINKAN AKU PERGI. AKU PERGI:’)”

            Begitulah akhir dari cerita teman dunia mayaku:’)
                                                Diambil dari kisah nyataku, dan ditulis dengan air mata hampir berjatuhan:’)

SINOPSIS DAN COVER Close to You


Judul : Close to You
Penulis: Clara Canceriana
Genre : Romance
Kategori: Fiksi, novel lokal
ISBN: 978-602-7742-01-7
Tebal :  264 halaman
Harga : Rp.42.500
Terbit: Oktober 2012
Sinopsis
“Menurutmu, aku seperti apa?”
“Kau? Tentu saja perempuan manis yang lembut.”

Tidak seperti kata Alex, Hara sama sekali tidak manis maupun lembut. Saat Hara merasa mulai menyukai teman di dunia mayanya itu, Shin Kang, mantan pacarnya yang menyebalkan, kembali memberikan perhatian
padanya.

Tapi bukan itu masalah terbesarnya. Bayu, mahasiswa pengecut asal Indonesia yang menjadi orang yang harus
dia bimbing, diam-diam ikut mencuri perhatiannya.

Hara pernah berjanji untuk tidak pergi ke N Seoul Tower sebelum menemukan orang yang disukainya. Pada akhirnya, siapa yang harus diajaknya pergi ke N Seoul Tower?
“Kau… pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?”

NASKAH LOMBA [PANGERAN DUNIA MAYA]

 
            5 Oktober 2011. Ya, aku ingat betul tanggal itu. Aku berkenalan dengan seorang cowok di dunia maya.
            Berawal dari aku membuka facebook, lalu ada notifications pertemanan. Aku membukanya, dan membuka satu persatu orang yang meng-add aku. Aku tidak mengkonfirmasi semua. Aku hanya mengkonfirmasi orang yang aku kenal di dunia nyata. Tapi, tanpa sengaja, aku melihat ada nama cowok yang sangat indah, aku tidak mau menyebut namanya disini. Sebut saja si x. Dia meng-add aku. Mula-mula, aku tidak mau menghiraukan dia, malahan aku mau memblokir dia, tapi rasa penasaranku terhadap dia mendorong tanganku untuk membuka profilnya. Maka, terbukalah profil dia. Pertama-tama yang aku lihat, foto profil dia. Tidak ada yang menarik di foto profilnya. Hanya gambar berupa kartun atau apa-lah—gambar yang tidak jelas, tapi lucu—menghiasi profilnya. Aku lihat biodata dia, ternyata dia tinggal sekota sama aku. Surabaya. Dia lahir tanggal 11 Februari 1998. Yang ternyata tahun kelahirannya sama dengan aku. Dan terakhir, aku liat sekolahnya. Dia sekolah di SMP Negri Surabaya. Aku tidak mau menyebutnya lagi. Dia beda sekolah sama aku. Jarak sekolah kami, sekitar 5KM-an. Hmm, tidak seberapa jauh. Wait, aku berhenti memelototi profil dia, dan berganti berpikir dalam hati; mengapa dia meng-add aku? Kenal dari mana dia? Pertanyaan itu terus terlintas di otakku. Ah, tapi masa bodoh, itu ngga penting, yang terpenting, harus aku apakan dia? Maksudku, pertemanan dia harus aku konfirmasi apa aku tolak? Dan akhirnya, aku konfirmasi dia. Aku telah keluar dari prinsipku sebelumnya....
                                                                   ***
            Siang itu, setelah aku pulang sekolah, aku mengecek handphone-ku, ternyata ada inbox baru. Aku tekan tombol “read” pada handphone-ku, dan muncul pesan text dari orang yang tidak aku kenal.
From: 089677640***
Hai^^
Begitulah pesan singkatnya. Aku berusaha menghiraukannya, tapi 1 menit kemudian, sms itu masuk lagi di kontak inbox-ku. Akhirnya, aku coba balas pesannya. Hanya singkat “Siapa?” Dan, terkirim.
Tidak sampai satu menit, balasan datang.
From: 089677640***
Aku yang punya facebook namanya ******** ***** *****. Yang kemarin kamu konfirmasi. Hehe. Ini Adelia, kan?
Astaga, ternyata dia cowok kemarin! Aku lupa, aku sudah mencantumkan no handphone-ku di facebook! Ya ampun! Baru kali ini, aku menyesali kebodohanku! Kecerobohanku! Errr.
Dan dengan perasaan campur aduk, aku balas pesan dia. Dan mulailah perkenalan kami melalui sms…..
                                                                        ***
            Sudah 29 hari kami—aku dan cowok x—bersms-an. Dan tak terasa, 29 hari ini, aku selalu merasa terhibur dengan sms nya. Perhatiannya. Ups, apakah ini yang dimaksud suka? Jatuh cinta? Tapi, dia hanyalah cowok dunia maya. Cowok yang belum pernah kutemui sebelumnya....
            Dan tepat 30 hari kami berkenalan, 5 November 2011. Dia mencoba menggombaliku. Aku juga membalas gombalannya, bahkan, aku sempat tersenyum-senyum sendiri hanya dengan membawa handphone-ku. Tiba-tiba, tanpa kuduga, dia menembak aku. Ya ampun, dia menyatakan cinta kepadaku! Cinta? Apa dia cinta kepadaku? Dia kan belum pernah bertemu denganku? Dia belum tau wajahku, kan? Oh ya, mungkin dia sudah tau wajahku di foto, karena aku memasang fotoku di facebook. Dan, aku juga sudah tau wajah dia via foto yang dipajang di facebook. Tapi..., benarkah dia jatuh cinta hanya dengan melihat fotoku? Ah, tidak masuk akal....
                                                                      ***
            3 Mei 2012, ya sudah 6 bulan lebih aku menjalani hubungan dengannya. Tidak terasa ya. Hubungan tanpa pertemuan... Aneh memang....
            Di bulan 1-5, hubungan kami baik-baik saja, tapi, menginjak bulan ke 6, pertengkaran mulai terjadi. Pertengkaran kecil memang, tapi sangat berakibat fatal bagi kami....
Dan kemudian pada tanggal yang sama, jam 7 malam, engkau mengatakan kepadaku tentang kerinduanmu. Padahal kita tidak pernah bertemu. Tetapi hati kita sering bersatu, melalui nada-nada, cerita-cerita, canda dan tawa. Hingga engkau menodongku dengan sebuah kalimat "Kalau kamu hanya fiksi, hanya sebuah tulisan, hanya berupa suara. AKU PERGI."
JEGLER! Kalimat itu bagaikan petir yang menghantam hatiku hingga gosong. Aku
speechles. Tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku terlanjur mencintainya. Mencintai dengan fiksi. Tapi..., kalimat dia itu juga ada benarnya. Oh tuhan, aku tidak kuat menghadapi kenyataan ini. Aku berusaha menyetabilkan perasaanku dengan tiduran 10 menit, tapi gagal. Perasaanku tetap tidak keruan. Ya tuhan, inikah rasanya galau? Inikah rasanya patah hati? Hanya dengan pangerasan fiksi?
           
Dan untuk menutup percakapanku dengan dia. Aku mengirim sms ke dia.
"Apakah kau juga akan rela meninggalkan semua perempuan fiksi yang kau sentuh dengan kalimat lewat monitormu? Lalu untuk apa selama ini kita mencoba saling berbagi? Sementara pada beberapa menit, seluruh manusia modern akan membagikan waktunya untuk berbincang dengan sosok-sosok fiksi lewat, layar I pad, laptop, ponsel, dsb. begitu juga dengan dirimu yang menemukanku di peradaban itu. Ingatlah, bahwa perempuan fiksi punya hati yang tak fiksi. rasa yang nyata, yang pernah membuatmu gila karena rindu sekarat yang merajalela. OKE, KARENA KAMU MENGINGINKAN AKU PERGI. AKU PERGI:’)”

            Begitulah akhir dari cerita teman dunia mayaku:’)
                                                Diambil dari kisah nyataku, dan ditulis dengan air mata hampir berjatuhan:’)
 
Elphin Books Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template