Sabtu, 12 November 2016

Aliran Absolutis Progresif

           Sebelumnya, kita sudah membahas aliran formalisme dan aliran kontruktivisme. Menurut buku Paul Ernest, pengikut aliran formalisme, logis, dan kontruktivisme adalah pengikut aliran absolutis. Namun, aliran absolutis ini ditolak, karena aliran ini mengatakan bahwa matematika pada dasarnya tidak terdapat kesalahan, semua aksioma bisa dibuktikan dengan teorema teorema. Nyatanya, ketiga kelompok (formalisme, logis, dan kontruktivisme) gagal untuk memastikan kebenaran matematika. Ketiganya hanya memasukkan logika deduktif untuk membuktikan kebenaran. Sedangkan logika deduktif hanya menyalurkan kebenaran, tidak memasukkan kebenaran, dan kesimpulan dari pembuktian logis sangat lemah.

            Lalu, apa dong aliran absolutis progresif? Apa bedanya dengan aliran absolutis? Nah, aliran absolutis sendiri memiliki dua macam, yaitu aliran absolutis progresif dan aliran absolutis formal. Aliran absolutis progresif ini berbeda, karena aliran ini adalah proses pencarian kebenaran matematika.

            Aliran ini tidak “kaku”, karena menerima sebagian perubahan-perubahan teori aksiomatis, yang kebenarannya sudah dianggap mutlak. Aliran ini juga sudah menganggap bahwa matematika memerlukan dasar untuk mendapatkan suatu teori. Selain itu, aliran ini juga menganggap “manusia” sangat berperan penting dalam terciptanya sebuah teori. Seperti aktifitas manusia yang membuat “teori itu tercipta.”

            Aliran ini sudah sangat “cocok” dengan kontruktivisme. Karena kontruktivisme membutuhkan pondasi yang kuat untuk mencari kebenaran, contoh saja dengan aktifitas manusia itu yang akan membentuk kebenaran sebuah teori.

            Elemen manusia sangat dipandang. Seperti “student center”dalam kontruktivisme yang sudah kita bahas sebelumnya.

            Itu gambaran singkat dari pengetahuan saya tentang aliran absolutis progresif. Jika ada kesalahan terhadap pandangan saya, silahkan ralat saya di kolom komentar J Saya tunggu, ya J

(Dirangkum dari presentasi kelompok PMT C Uinsa dan buku Paul Ernest)
           Sebelumnya, kita sudah membahas aliran formalisme dan aliran kontruktivisme. Menurut buku Paul Ernest, pengikut aliran formalisme, logis, dan kontruktivisme adalah pengikut aliran absolutis. Namun, aliran absolutis ini ditolak, karena aliran ini mengatakan bahwa matematika pada dasarnya tidak terdapat kesalahan, semua aksioma bisa dibuktikan dengan teorema teorema. Nyatanya, ketiga kelompok (formalisme, logis, dan kontruktivisme) gagal untuk memastikan kebenaran matematika. Ketiganya hanya memasukkan logika deduktif untuk membuktikan kebenaran. Sedangkan logika deduktif hanya menyalurkan kebenaran, tidak memasukkan kebenaran, dan kesimpulan dari pembuktian logis sangat lemah.

            Lalu, apa dong aliran absolutis progresif? Apa bedanya dengan aliran absolutis? Nah, aliran absolutis sendiri memiliki dua macam, yaitu aliran absolutis progresif dan aliran absolutis formal. Aliran absolutis progresif ini berbeda, karena aliran ini adalah proses pencarian kebenaran matematika.

            Aliran ini tidak “kaku”, karena menerima sebagian perubahan-perubahan teori aksiomatis, yang kebenarannya sudah dianggap mutlak. Aliran ini juga sudah menganggap bahwa matematika memerlukan dasar untuk mendapatkan suatu teori. Selain itu, aliran ini juga menganggap “manusia” sangat berperan penting dalam terciptanya sebuah teori. Seperti aktifitas manusia yang membuat “teori itu tercipta.”

            Aliran ini sudah sangat “cocok” dengan kontruktivisme. Karena kontruktivisme membutuhkan pondasi yang kuat untuk mencari kebenaran, contoh saja dengan aktifitas manusia itu yang akan membentuk kebenaran sebuah teori.

            Elemen manusia sangat dipandang. Seperti “student center”dalam kontruktivisme yang sudah kita bahas sebelumnya.

            Itu gambaran singkat dari pengetahuan saya tentang aliran absolutis progresif. Jika ada kesalahan terhadap pandangan saya, silahkan ralat saya di kolom komentar J Saya tunggu, ya J

(Dirangkum dari presentasi kelompok PMT C Uinsa dan buku Paul Ernest)

Senin, 07 November 2016

Minggu, 06 November 2016

Posisi Epistimologis dan Etik Filsafat Pendidikan Matematika



Aliran Kontruktivisme

Aliran kedua yang akan saya bahas adalah aliran kontruktivisme. Aliran sesudah aliran formalisme.

Apa sih aliran kontruktivisme itu? Aliran kontruktivisme sendiri mempunyai banyak arti dari berbagai ahli matematika. Dan, saya sendiri menangkap dalam pandangan saya, aliran kontruktivisme adalah aliran yang berusaha untuk melatih membangun metode dan penalaran yang dilakukan oleh murid itu sendiri. Istilah kerennya adalah student center.

Kontruktivisme sendiri menurut saya adalah ketika murid itu menggunakan asumsinya untuk mencari tahu ilmu matematika itu sendiri. Murid bermain dengan asumsi asumsi nya.

Contoh saja ketika murid belajar tentang logaritma, dia akan mencari tahu apa itu logaritma, dan bagaimana logaritma itu sendiri, lalu murid itu berasumsi bahwa logaritma adalah sebuah “permainan matematika” yang merupakan invers dari eksponen atau pemangkatan.

Menurut buku Paul Ernest, kelemahan aliran kontruktivisme adalah penolakan terhadap pengetahuan yang valid. Mungkin maksudnya di sini adalah, karena adanya asumsi terhadap aliran ini, jadi asumsi itu membuat “penolakan” terhadap pengetahuan yang valid. Contoh saja adalah ketika murid mencari tahu, karena menggunakan asumsi, sehingga membuat pengetahuan yang valid itu jadi salah di mata murid itu sendiri.

Menurut saya, aliran ini adalah aliran yang digunakan pada kurikulum sekarang, yaitu kurikulum 2013. Kurikulum yang berbasis student center.

Aliran ini ada baik buruknya. Ketika murid itu sudah memiliki IQ yang tinggi, murid itu tidak akan kesusahan dalam menerapkan aliran ini, tetapi jika diterapkan oleh siswa yang “kurang pintar”, ini akan susah.

Kurang lebihnya, seperti itu pandangan saya tentang aliran kontruktivisme. Jika ada salahnya, silahkan ralat saya di kolom komentar. Saya akan dengan senang hati membalas komen kalian. Terimakasih J
Aliran kedua yang akan saya bahas adalah aliran kontruktivisme. Aliran sesudah aliran formalisme.

Apa sih aliran kontruktivisme itu? Aliran kontruktivisme sendiri mempunyai banyak arti dari berbagai ahli matematika. Dan, saya sendiri menangkap dalam pandangan saya, aliran kontruktivisme adalah aliran yang berusaha untuk melatih membangun metode dan penalaran yang dilakukan oleh murid itu sendiri. Istilah kerennya adalah student center.

Kontruktivisme sendiri menurut saya adalah ketika murid itu menggunakan asumsinya untuk mencari tahu ilmu matematika itu sendiri. Murid bermain dengan asumsi asumsi nya.

Contoh saja ketika murid belajar tentang logaritma, dia akan mencari tahu apa itu logaritma, dan bagaimana logaritma itu sendiri, lalu murid itu berasumsi bahwa logaritma adalah sebuah “permainan matematika” yang merupakan invers dari eksponen atau pemangkatan.

Menurut buku Paul Ernest, kelemahan aliran kontruktivisme adalah penolakan terhadap pengetahuan yang valid. Mungkin maksudnya di sini adalah, karena adanya asumsi terhadap aliran ini, jadi asumsi itu membuat “penolakan” terhadap pengetahuan yang valid. Contoh saja adalah ketika murid mencari tahu, karena menggunakan asumsi, sehingga membuat pengetahuan yang valid itu jadi salah di mata murid itu sendiri.

Menurut saya, aliran ini adalah aliran yang digunakan pada kurikulum sekarang, yaitu kurikulum 2013. Kurikulum yang berbasis student center.

Aliran ini ada baik buruknya. Ketika murid itu sudah memiliki IQ yang tinggi, murid itu tidak akan kesusahan dalam menerapkan aliran ini, tetapi jika diterapkan oleh siswa yang “kurang pintar”, ini akan susah.

Kurang lebihnya, seperti itu pandangan saya tentang aliran kontruktivisme. Jika ada salahnya, silahkan ralat saya di kolom komentar. Saya akan dengan senang hati membalas komen kalian. Terimakasih J

Aliran Formalisme

           Dalam filsafat pendidikan matematika, terdapat banyak sekali aliran. Salah satu nya adalah aliran formalisme.

            Sekarang saya akan memberi gambaran singkat tentang aliran formalisme. Aliran formalisme dalam istilah populer adalah pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan formal di atas kertas.

            Menurut saya sendiri, aliran formalisme adalah sebuah permainan, sebuah ilmu, yang memainkannya dengan simbol simbol konsisten, dan kebenerannya bisa terbukti. Apa saja simbol simbol konsisten itu? Bisa dengan angka, bisa dengan huruf. Dalam karakteristik matematika sendiri, ada sifat “konsisten dalam sistemnya”, jadi, artinya apa? Simbol simbol itu sudah menjadi konsistensi dalam metematika. Misal saja “2” dibaca “dua”, sebenarnya, bagaimana wujud asli “2” itu? Tidak ada yang tau, karena memang simbol simbol itu dipakai sebagai konsistensi seluruh dunia, bukanlah wujud sebenarnya. Matematika adalah abstrak.

            Aliran formalisme sendiri didukung oleh beberapa tokoh matematika, di antaranya David Hilbert, J. Von Neumann, dan H. Kari. Ketiga tiganya mempunyai tujuan yang sama, yaitu membuktikan bahwa matematika bisa dibuktikan secara konsistensi dengan aksioma aksioma.

            Beberapa tokoh ini membuktikan, bahwa aliran ini sesuai dengan “sistem & struktur matematika” yaitu terdiri dari salah satunya sistem aksioma sebagai pangkal, dan dibuktikan oleh teorema teorema yang dibuat sebagai pernyataan, dan semua itu dibuktikan dengan bukti konsistensi. Namun, Barwise dan Godel menunjukkan, bahwa tidak semua kebenaran matematika bisa dibuktikan secara konsisten.

            Jadi, aliran formalisme telah terbantah, karena tidak semua sistem aksioma matematika bisa dibuktian dengan teorema teorema.

            Sekian penjelasan singkat dari saya tentang aliran formalisme. Jika ada kesalahan dari pandangan saya, silahkan ralat saya di kolom komentar ya ^^ Terima kasih. :)

(Tulisan ini dirangkum dari presentasi teman saya--PMT C kelompok 1-- dan buku The Phylosophy of Mathematics Education oleh Paul Ernest.)
           Dalam filsafat pendidikan matematika, terdapat banyak sekali aliran. Salah satu nya adalah aliran formalisme.

            Sekarang saya akan memberi gambaran singkat tentang aliran formalisme. Aliran formalisme dalam istilah populer adalah pandangan bahwa matematika adalah permainan yang dimainkan dengan formal di atas kertas.

            Menurut saya sendiri, aliran formalisme adalah sebuah permainan, sebuah ilmu, yang memainkannya dengan simbol simbol konsisten, dan kebenerannya bisa terbukti. Apa saja simbol simbol konsisten itu? Bisa dengan angka, bisa dengan huruf. Dalam karakteristik matematika sendiri, ada sifat “konsisten dalam sistemnya”, jadi, artinya apa? Simbol simbol itu sudah menjadi konsistensi dalam metematika. Misal saja “2” dibaca “dua”, sebenarnya, bagaimana wujud asli “2” itu? Tidak ada yang tau, karena memang simbol simbol itu dipakai sebagai konsistensi seluruh dunia, bukanlah wujud sebenarnya. Matematika adalah abstrak.

            Aliran formalisme sendiri didukung oleh beberapa tokoh matematika, di antaranya David Hilbert, J. Von Neumann, dan H. Kari. Ketiga tiganya mempunyai tujuan yang sama, yaitu membuktikan bahwa matematika bisa dibuktikan secara konsistensi dengan aksioma aksioma.

            Beberapa tokoh ini membuktikan, bahwa aliran ini sesuai dengan “sistem & struktur matematika” yaitu terdiri dari salah satunya sistem aksioma sebagai pangkal, dan dibuktikan oleh teorema teorema yang dibuat sebagai pernyataan, dan semua itu dibuktikan dengan bukti konsistensi. Namun, Barwise dan Godel menunjukkan, bahwa tidak semua kebenaran matematika bisa dibuktikan secara konsisten.

            Jadi, aliran formalisme telah terbantah, karena tidak semua sistem aksioma matematika bisa dibuktian dengan teorema teorema.

            Sekian penjelasan singkat dari saya tentang aliran formalisme. Jika ada kesalahan dari pandangan saya, silahkan ralat saya di kolom komentar ya ^^ Terima kasih. :)

(Tulisan ini dirangkum dari presentasi teman saya--PMT C kelompok 1-- dan buku The Phylosophy of Mathematics Education oleh Paul Ernest.)

Minggu, 25 Mei 2014

IKUTAN, YUK!


Haaaai, ketemu lagi di postingan non review ya hihi:)
Kali ini aku mau ngajak kalian buat ikutan blog tour Interlude daaaaaaaan di sana ada GIVEAWAY nyaaa!!!!!!!! Apa hadiahnyaaaaaaaaaaa? Kalo namanya aja blog tour Interlude, pasti hadiahnya novel Interlude karya Windry Ramadhina dong!!!!!!

Penasaran, caranya gimanaaaaaaaa? :P Klik aja di SINI yaaaaaa!!
Dan jangan lupa baca juga blog tour Interlude hari pertama sampe ke 4 juga ya, cari aja di SINI

Oke, selamat berjuang bareng guys!:)

Haaaai, ketemu lagi di postingan non review ya hihi:)
Kali ini aku mau ngajak kalian buat ikutan blog tour Interlude daaaaaaaan di sana ada GIVEAWAY nyaaa!!!!!!!! Apa hadiahnyaaaaaaaaaaa? Kalo namanya aja blog tour Interlude, pasti hadiahnya novel Interlude karya Windry Ramadhina dong!!!!!!

Penasaran, caranya gimanaaaaaaaa? :P Klik aja di SINI yaaaaaa!!
Dan jangan lupa baca juga blog tour Interlude hari pertama sampe ke 4 juga ya, cari aja di SINI

Oke, selamat berjuang bareng guys!:)

Sabtu, 03 Mei 2014

Update New Authors Reading Challenge 2014 Maret-April

 

MARET
#1 Valiant Budi - Kala Kali (8 Maret 2014)

APRIL

Jadi ditotal, aku cuma membaca 6 buku karya penulis baru dalam 2 bulan ini. Hiks, menurun dari 2 bulan kemarin..................
 

MARET
#1 Valiant Budi - Kala Kali (8 Maret 2014)

APRIL

Jadi ditotal, aku cuma membaca 6 buku karya penulis baru dalam 2 bulan ini. Hiks, menurun dari 2 bulan kemarin..................
 
Elphin Books Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template