Jumat, 27 Januari 2012

Untukmu Malaikatku ... #Part 1


Untuk Malaikatku yang belum lama pergi O:)

Sudah beberapa hari tak ada kabarmu. Sudah beberapa hari tak ada pesan singkatmu menyentuh inbox hapeku. Kemana perginya kamu malaikatku? Apakah ini caramu melupakanku? Apakah ini caramu untuk menyiksaku secara perlahan? Tahukah kamu, aku masih saja sering mengkhawatirkanmu walau kamu tak akan pernah mengkhawartikanku L

Malaikatku, yang berkacamata indah :)

5 Januari lalu, kalau kita masih bersama, kita telah menciumi jejak 2 bulan. Kalau kita masih dalam status yang jelas, 5 januari lalu, kita telah berbagi tawa dan tangis selama 2 bulan. Ah, tapi ingatkah kamu dengan tanggal itu? Ingatkah kamu tentang apa yang terjadi diantara kita sebelum tanggal itu? Sudahlah ... Mungkin kau lupa L karena kebiasaanmu adalah melupakan hal-hal yang justru kuingat secara detail. Logikamu memang diciptakan untuk mengingat deret angka dan huruf, bukan untuk kenangan kita.

Malaikatku, pecinta games :)

Entah sudah hari keberapa aku kehilangan sosokmu. Entah sudah berapa ratus jam aku merasa membutuhkan sosokmu. Entah sudah berapa peristiwa yang terlewatkan tanpa sosokmu. Diam-diam, aku merasa kehilangan. Samar-samar, aku merasa takdir dengan santainya merenggut kamu. Aku benci kehilangan kamu ! :(


Malaikat penyejuk hatiku :)

Pernakah terpikirkan olehmu tentang perasaanku yang getarannya tak mampu menyadarkanku? Pernakah terbesit dalam benakmu tentang isi hatiku yang tak ingin kau ketahui itu? Salahkah aku jika diam-diam masih sering merindukanmu? Sekejam inikah cinta? Sejahat inikah pria yang dulu sempat kusebut penyebab tawa dan tangisku? Apakah dunia yang penuh dengan tanya  telah berhasil membuatmu berubah? Berubah menjadi seseorang yang bahkan tak ku kenal.

Malaikatku, yang sering melupakan ibadah :(

Masihkah kamu melupakan ibadah? Masihkah kamu tidak pernah sholat? Dulu, setiap hari aku mengingatkanmu agar sholat, sampai kamu menyebutku dengan ’si Bawel’ Oke, aku tidak apa dengan sebutan mu bawel itu, aku justru senang J . Oh malaikatku, walaupun aku kini bukan siapa-siapa mu lagi, aku hanya minta satu permintaan untukmu, tolong ... ibadah mu jangan lupa kau lupakan sayang!

Malaikatku, pria yang sering menggunakan logikanya daripada perasaannya

Saat tanya menggantikan tidurku, saat bulan menarik kelembutannya, saat itu juga detak rinduku bergetar menanti malam usai. Bulan dan bintang sama-sama mengencani kita, dalam kebisuan, dalam harap yang tak tersampaikan. Entah apa yang kau lakukan sekarang disana, entah apa yang kau pikir saat sedang disana. Kamu memenjarakan aku dalam cinta. Kamu memabukkan aku dalam bayang-bayang kenangan. Setelah harap itu menjadi semu, apalagi yang harus dikejar dan ditangisi?

                                                                                                                       Dari cengo-mu
                                                                               Wanita yang seringkali bertanya-tanya
                                                                                                  Apakah kau akan kembali?
-MRSP- :*

0 komentar:

Poskan Komentar

Thanx for you'r coming :)

 
Elphin Books Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template